04 May 2012

1.2 Mengelola konflik keyakinan agama dan konflik kepentingan.

Bagaimana Mengelola Konflik Keyakinan Agama dan Konflik Kepentingan ?

Manajer IT anda tiba-tiba menolak untuk menggunakan sistem email perusahaan. Dia menjelaskan kepada anda, bahwa sebagai seorang yang taat dan dia meyakini akan akan ajaran agamanya dia tidak mungkin menggunakan produk yang dibangun oleh sebuah perusahaan yang menyediakan manfaat bagi mitra
karyawan homoseksual. Karyawan anda membesar-besarkan masalah ini dengan mencoba untuk menarik orang lain untuk masuk dalam masalah ini dan menjadi penghambat bagi pengembangan produk anda. Bagaimana seharusnya anda menangani keadaan ini?.

Tanggapan menurut penganut konservatif ?

Anda bisa saja menyediakan solusi email alternatif untuk setiap karyawan yang merasa produk email yang digunakan oleh perusahaan merupakan pelanggaran dalam keyakinan agama mereka. Cukup menawarkan alternatif lain dan tidak membuat menjadi masalah yang besar. Jika karyawan masih tersinggung maka hal ini perlu ditangani dengan cara lain.

Tanggapan menurut penganut liberal ?

Anda tidak harus menyerah dan mengalah pada jenis radikal yang hanya ingin menimbulkan masalah.


Menurut Pandangan Kelompok Kami :

Menurut kami masalah agama memang hal yang sensitif. Tetapi dalam hal ini kita juga harus bertoleransi dan menghargai setiap keputusan yang diambil oleh Manajer IT. kita dapat menyediakan email alternatif untuk menyelesaikan masalah ini sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

Ringkasan :

Berurusan dengan masalah-masalah agama adalah masalah pribadi yang sangat rumit, baik secara manusiawi dan etika. Bagi sekelompok orang untuk bekerja sama membutuhkan beberapa tingkatan atau langkah yang umum untuk disetujui. Ini tidak berarti bahwa orang harus berkompromi mengenai tindakan pribadi mereka. Mereka tidak memiliki hak untuk memaksa keyakinan mereka pada perusahaan, karena tidak mungkin untuk membuat perusahaan yang benar-benar mematuhi satu agama tanpa melanggar kepercayaan orang lain. Kita hidup didunia yang beragam yang membutuhkan kerjasama dan toleransi.

No comments:

Post a Comment